Ungkapan lubuk hati


Setiap orang pasti punya suatu uneg – uneg.. suatu keinginan.. cita – cita yang belum tercapai bahkan belum bisa diutarakan karena masih tersimpan rapi didalam lubuk hati. Seperti halnya yang sekarang saya alami, dulu sebelum bekerja saya berpikir untuk bisa lanjut S2 di perguruan tinggi ternama di kota Yogyakarta [yang selama ini saya damba - dambakan]

Tapi, setelah saya bekerja di suatu perusahaan, dan ditempatkan di ibu kota, saya  menjadi agak pesimis untuk bisa melanjutkan di universitas impian saya.  Setelah 8 bulan berjalan, dan setelah ada kejelasan dari perusahaan saya untuk membuka di kota Yogyakarta, saya merasa lebih bersemangat dan sangat ingin sekali bisa mewujudkan salah satu impian saya sekaligus harapan orangtua saya yaitu meneruskan studi S2 di univ. impian :D :D :D

Karena saya merasa selagi masih muda, saya merasa harus dan musti berusaha mewujudkan apa yang menjadi impian saya. Dan tahun ini yang belum terpenuhi adalah bisa lanjut ke jenjang berikutnya yaitu S2 *Dengan Beasiswa :’)

Berharganya waktu bagiku saat itu


Bagimana tidak aku katakan bahwa hari itu, H-3 setelah lebaran dan H+3 setelah lebaran.. adalah saat – saat yang sangat penting..

dengan sebaik mungkin aku membuat jadwal dari Hari pertama hingga hari terakhir sebelum aku balik ke jakarta untuk bekerja >.<  tapi ternyata masih banyak hal – hal yang belum terealisasikan saat itu. Ya, meskipun setidaknya sudah ada beberapa juga yang sudah terealisasikan dan membuatku bahagia. Salah satunya alhamdulillah, sudah bekerja, pendamping hidup sudah hadir…  *so excited untuk tahun ini dan musti tahan banting juga ni badan.. karena harus siap – siap sedikit istirahat.

Lebaran bertemu dengan keluarga besar mama yang berada di jogja dan tentunya hal ini sudah rutin tiap tahun lebaran pasti mudik ke jogja, dan sholat ied di jogja, tepatnya di MMC Asri Medical Center

makan makanan kesukaan yang ada hanya saat lebaran yaitu opor ayam plus sambal goreng pete :D :D :D

opor ayam lebaran

 

selain itu saat – saat yang seru yaitu pembagian angpao :D :D :D ramee dan seruu. tuuh seruu kan… :D :D :D

 

Acara setelahnya yaitu, pergi ke makam kakek dan tante yang baru meninggal H-5… untungnya bulan juni kemarin aku sempatin untuk balik ke jogja.. karena mengetahui kondisi tanteku yang memang sedang kritis.. karena terkena kanker stadium 4, beliau sempat berkata keapadaku “terus berjuang, terus berusaha dan semoga sukses.. sukses terus” Aamiiin. tante semoga tante bahagia di akhirat sana yaa :’) ooiyaa, saat mendapat kabar kalau tanteku meninggal dini hari pukul 01.00 nah kan waktu sahur aku  buka leppy dan tidak sengaja pula pagi hari pukul 03.00 terpampang foto kantor baru yang berada di jogja… yang sudah lama aku tunggu, pada akhirnya launching juga… Alhamdulillah… saat itu juga hati ini merasa beban sedikit berkurang…  yaa meski sampai sekarang aku belum tau mau sampai kapan aku berada di jakarta [sudahlah]

Padahal masih sangat banyak yang belum aku lakukan *yaah mungkin ini memang jalan yang diberikan oleh Allah swt kepadaku. Yang aku lakukan hanya bisa berusaha, berdoa dan pasrahkan semuanya kepada Allah swt. hmmm,,, penundaan dan penundaan karena 1 sebab yang diluar dugaanku… Tapi aku yakin, Allah swt memberikan apa yang aku inginkan dengan cara yang demikian :)

dengan demikian aku menemukan seorang lelaki yang nantinya insya Allah bakal menjadi pendamping hidupku, satu untuk selamanya. Lelaki yang beragama, bertanggung jawab, setia, dan baik hatinya :D :D :D tepat tanggal 3 Agustus 2014 dia membawakan sesuatu kerumah kedua orangtuaku dan berkata kepadaku “…………………..”   Dalam hati berkata, apakah aku ini sedang bermimpi?? :D :D :D

 

So sweetnyaa :D :D :D sejak saat itu.. waktu yang tersisa semakin sangat berharga, aku juga coba bikin sesuatu yang berkesan dihatinya… yaaah meski sederhana sih, yaitu masakain “kwetiau spesial” :D :D :D dengan rasa yang spesial pula. Awalnya mikir mau masakin apa yaa… sedangkan waktu memasak juga limit. Akhirnya ambil keputusan milih yang g ribet dah :D :D :D

tarrraaaa…. “kwetiau spesial” perdanaku :D :D

kwetiau spesial for u

 

Untung saja rasanya tidak mengecewakan :D :D :D untuk masakan perdana kali ini sukses tanpa hambatan apapun,.. iyelaah orang simple gituu =.=” :D :D :D

H-3 sebelum aku balik jakarta, sempat diajakin malam mingguan ke jogja… moment yang berkesan di hati, sekaligus bikin terharu biru :’)

hari H, pada akhirnya mendatangiku juga… udah berat aja ini rasanya ninggalin yang disolo, apalagi dia sempatin antar sampai ke stasiun solo balapan. Awalnya aku ngelarang karena aku g mau nantinya bikin suasana jadi sedih.. dan benar saja dugaanku :'(  :'(

sabar yaa.. ini sudah suratan takdir dari Allah swt :’) sabar yaa kamu… Aku yakin, tidak ada pengorbanan yang sia – sia, dan kesabaran akan membuahkan hasil yang lebih berarti dan membahagiakan bagi kita. Tepat pada tanggal 18 aku teringat betul saat – saat awal kita bertemu :’) saat – saat kita masih berasa canggung.. masih malu – malu :’) tapi sekarang aku merasa aku tau kamu, dan kamu tau aku yang sebenarnya bagaimana :’) Maafin aku jika selama ini aku masih banyak salah, aku janji akan terus memperbaiki diri, menjadi yang lebih baik dari sekarang. Terimakasih selama ini sudah mengarahkanku untuk menjadi wanita yang lebih baik.

 

 Jaga selalu hatimu untukku dan aku akan jaga selalu hatiku untukmu. *I Miss u so much n Big Hug 

 

 

Bertahan… Berjuang…


Ketika begitu banyak kegelisahan yang menggelembung dan akhirnya menjadi satu memenuhi isi pikiranku

Ketika aku tak tahu harus berbuat apa sementara begitu banyak persoalan menghantamku sekaligus

Ketika aku merasa seolah – olah kehilangan keyakinanku yang dulu, yaitu mampu untuk berdiri tegar di antara semua badai kehidupan yg terjadi

tumblr_l94ngqJzVq1qdky57o1_500

Terdengar kata – kata :

Bertahanlah satu hari lagi, ya satu hari lagi
Jangan menyerah hari ini
Karena aku tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari

Bertahanlah satu hari lagi, terus satu hari lagi..dan lagi di dalam Iman dan Doa

Dengan demikian aku akan dapati, bahwa aku sudah jalani hari-hari bersama-Nya. Jangan pernah menyerah karena keadaan hari ini. Hidup adalah perjuangan. Iya, perjuangan untuk mewujudkan harapan – harapan dan mimpi – mimpi yang belum sempat terlalui.

Kajian : Adab Walimah dalam Islam


Hari ini, tepat 11 Hari saya berpuasa, disela – sela saya bekerja, ada teman saya yang berbaik  hati memberikan rekaman kajian / siraman rohani untuk saya yang sedang galau – galau-nya :’) Saya bersyukur mempunyai teman di tempat saya bekerja yang bisa mengingatkan saya untuk lebih mendekatkan diri kepadaNya. Semoga Allah swt. membalas kebaikanmu teman :D :D :D

Tema hari ini kajian dari Armen Halim Naro  : Adab Walimah dalam Islam 1 dan Adab Walimah dalam Islam 2

 

 

Intinya :

1.    Mencari laki – laki yang akan mendampingi seumur hidup, ada 2 syarat yang penting : agama &  akhlaknya.

2.   Allah swt. akan memudahkan, selagi kita mau berusaha dan berdoa.

3.   Tidak boleh mensia-siakan org yg lemah : anak yatim & wanita.

4.   Laki -laki tidak boleh bermental lemah, tidak bekerja, bermalas – malasan.

5.   Allah swt. wajibkan suami untuk mencari nafkah yang halal bukan istri yang diwajibkan untuk mencari nafkah, berbuat baik pada istrinya tidak mensia-siakan istrinya.

Mengenalmu


Garis lengkung terarsir hitam

di bawah mataku, tidaklah mengapa

paparan susah semalam

“tak semestinya begini”

 

Mengenalmu …

aku takkan pernah menyesal atas tetesan keringatku

Mengenalmu …

membuatku tersenyum akan sedikit asa ku

Mengenalmu …

membuatku banyak mengerti apa arti hidup ini. .

 

Mungkin aku sedih

namun sedih itu hilang ketika membaca kalam-Nya

Mungkin aku menangis

namun tangis itu hilang ketika aku yakin ini yang terbaik dari-Nya

 

Dalam senyum ku belajar ikhlas

Dalam tangis ku belajar meluluhkan hati yang keras

Dalam sujud ku mengakui  inilah yang terbaik yang diberikan-Nya

 

Pengorbanan Istri Yang Sering Tidak Disadari Suami


Wanita  adalah karunia terindah yang ada dan penting di dunia, tapi banyak perjuangan dan pengorbanan wanita tidak di ketahui pria.

1. Ketika suami menikah lagi dan perempuan berusaha menerima (karena alasan ekonomi atau agama atau alasan apapun), ia akan duduk sendiri di setiap malam dalam gelap kamar saat suaminya tengah mendekap mesra seorang perempuan lain di ranjang lain. Ia akan (mungkin) menangis karena terluka, tapi demi anak-anak ia akan berusaha menerimanya dengan sabar.

2. Sebagai isteri ia siap mengorbankan impian-impianny­a demi mengurus suami (yang kadang bersifat kekanak-kanakan­ dan minta diurus) dan anak-anak yang bandel.

3. Ketika suami mencela masakannya, ia akan bersusah payah belajar masak dari siapapun untuk bisa menghidangkan makanan dengan rasa terbaik pada suami dan anak-anaknya.

4. Ia bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jam kerjanya tak berbatas. Ia bangun ketika siapapun di rumah belum bangun, mulai bekerja, memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, lalu mengurus suami sebelum pergi kerja, mengurus anak-anak berangkat sekolah, ketika pakaian kering di jemuran ia akan mengangkatnya dan menyetrika dengan rapi.

5. Kemudian setelah begitu capek mengurus rumah tangga, malam giliran memenuhi ini itu suaminya. Mulianya seorang isteri adalah: tukang masak, tukang cuci, cleaning service,  dan penghibur suaminya digabung jadi satu.

6. Ketika suaminya menginginkan punya anak 4, 5, 6 atau 9 orang, ia sebagai isteri harus siap menderita mengandung anak dan bertarung nyawa melahirkannya. Suami kadang tidak terlalu paham penderitaan macam begini karena mereka tidak mengalaminya

7. Meski laki-laki tak paham benar, tapi Allah Maha Mengerti, karena itulah ia memberi reward pada pengorbanan perempuan. Bagi yang meninggal karena melahirkan anak, Tuhan langsung memberinya surga. Bagi isteri yang setia bekerja mengurus rumah tangganya, dengan sabar dan ikhlas, maka silahkanlah ia masuk surga dari pintu mana saja ia suka.

Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim). 

10 Karakter Suami Ideal


Menjadi suami ideal, bisakah? Selagi ada niat dan berusaha, pasti bisa. Mungkin tidak akan pernah sampai ke taraf ideal, karena memang tidak mudah untuk mencapainya. Namun setidaknya kita bisa mengusahakannya. Coba telusuri sepuluh karakter berikut ini.

Karakter pertama, suami ideal memiliki kemampuan untuk senantiasa memiliki cinta dan kasih sayang dalam jiwanya. Mungkin istri kita terasa sangat menyebalkan, atau tampak sangat menjengkelkan dengan perkataan dan perbuatannya setiap hari. Para suami selalu memiliki catatan yang sama, bahwa istri mereka amat sangat cerewet. Terlalu banyak bicara, terlalu banyak komentar, dan suka memberi nasihat tanpa diminta. Namun sebagai suami, kita tidak layak mencaci maki, memarahi dan membenci istri.

Jika tidak suka dengan perkataan atau perbuatannya, nasihati, ingatkan dengan kelembutan, dengan cinta dan kasih sayang. Jika melihat ada kekurangan pada dirinya, ingatlah Tuhan telah mengutus kita untuk mendampinginya, agar bisa menutupi kelemahan dan melengkapi kekurangan yang dimilikinya. Bukan mendamprat, memaki, apalagi sampai berlaku kasar dan menyakiti hati, perasaan dan badan istri. Selalu sediakan cinta dan kasih sayang untuk istri Anda.

Karakter kedua, suami ideal mampu menundukkan egonya sehingga mudah mengalah, cepat mengakui kesalahan dan ada banyak maaf dalam dirinya. Apakah yang menghalangi seorang suami untuk meminta maaf kepada istrinya? Apakah yang menghalangi suami untuk bersikap mengalah ketika ada perselisihan pendapat dengan istri? Apakah yang menghalangi suami untuk mengakui kesalahan yang dilakukan? Apakah yang menghalangi suami untuk memaafkan kesalahan dan kekurangan istri?

Itulah yang disebut dengan ego. Ada ego lelaki, ada ego perempuan. Dalam suatu pertengkaran antara suami istri, ego masing-masing memuncak tinggi. Tidak ada yang mau mengalah, tidak ada yang mendahului meminta maaf, tidak ada yang mau mengakui kesalahan. Padahal, dalam setiap konflik dan pertengkaran suami istri, selalu ada andil kesalahan dari kedua belah pihak. Keduanya mesti memiliki andil dalam menciptakan suasana konflik. Maka, tundukkan selalu ego Anda, untuk istri Anda tercinta, demi keharmonisan rumah tangga.

Karakter ketiga, suami ideal mampu membahagiakan istri, dan merasa senang jika bisa membahagiakan istrinya. Jika kita mampu membahagiakan istri, maka akan sangat banyak yang bisa kita dapatkan darinya. Istri merasa nyaman dan tenang, sehingga kita sebagai suami akan lebih optimal dalam menunaikan berbagai macam kegiatan dalam kehidupan. Istri akan mendukung berbagai keinginan positif suami, selama ia merasa bahagia.

Yang perlu diketahui para suami, membahagiakan istri itu bukanlah bab bagaimana memberikan semua yang diinginkan istri, namun bab bagaimana menyentuh perasaan dan hatinya. Inilah hakikat yang lebih utama dan penting. Para suami sangat penting mengetahui jalan untuk menyentuh hati dan perasaan istri, sehingga lebih bisa menyelami hal-hal apakah yang membahagiakan jiwanya, apakah yang menenteramkan hatinya, apakah yang sangat diharapkannya.

Bahagiakan selalu istri Anda, dan lihatlah hasilnya, ia akan bersedia memberikan bantuan apapun yang Anda minta.

Karakter keempat, suami ideal selalu fokus melihat sisi kebaikan dan kelebihan istri, serta cepat melupakan kekurangan istri. Sesungguhnyalah setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna, dimana hanya memiliki kelebihan saja dan tidak memiliki kekurangan. Sebagaimana juga tidak ada manusia yang hanya memiliki kelemahan dan kekurangan saja, tanpa memiliki kebaikan dan kelebihan apapun.

Semenjak awal pernikahan, seharusnya sudah ada kesadaran yang tertanam dalam diri suami dan istri, bahwa pasangan hidupnya bukanlah malaikat, bukanlah manusia super yang terbebas dari kelemahan. Para suami hendaknya menyadari, istri yang dinikahi itu hanyalah perempuan biasa saja, yang memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Untuk itulah Tuhan mengutus Anda untuk melengkapi kekurangannya, untuk memperbaiki sisi kelemahannya.

Lupakan saja berbagai kekurangan dan kelemahannya, fokuslah melihat sisi kebaikan dan kelebihannya.

Karakter kelima, suami ideal memiliki peta kasih yang lengkap terhadap istrinya. Peta kasih yang terperinci tentang pasangan akan memberikan banyak sekali kemanfaatan. Di antara manfaatnya adalah menumbuhsuburkan cinta dan kasih sayang, karena adanya rasa saling percaya. Dengan mengenal secara mendalam tentang berbagai kondisi pasangan, maka yang muncul adalah suasana saling percaya, dan tidak ada dusta atau curiga di antara mereka. Tidak ada sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, karena setiap bentuk perubahan sekecil apapun telah mereka ketahui bersama.

Cara yang paling sederhana untuk mengetahui detail perubahan dan perkembangan adalah dengan selalu mengobrol setiap saat, setiap waktu. Biasakan mengobrol, di setiap ada kesempatan, tanpa perlu membatasi atau menentukan tema-tema tertentu untuk diobrolkan. Dari A sampai Z, semua bisa diobrolkan oleh suami dan istri. Dengan cara mengobrol itulah berbagai hal bisa diketahui oleh pasangan. Suami menjadi mengerti pikiran istri, dan istri bisa mengerti pikiran suami.

 

Karakter keenam, suami ideal selalu mendekat kepada istri, bukan menjauh. Jika Anda tengah marah kepada istri, atau menyimpan kekesalan kepada istri, apa yang Anda lakukan? Semakin mendekat kepada istri, atau semakin menjauh? Jika pada kondisi seperti itu Anda menuruti emosi, melontarkan kata-kata yang menyakitkan, menampakkan mimik muka merah, apalagi sampai menyakiti fisik istri, artinya Anda menjauh.

Jika istri Anda tengah mengeluhkan sesuatu kepada Anda, bagaimanakah Anda merespon keluhannya? Jika Anda cepat mengkritik, bahkan cepat menyalahkan istri, itu pertanda Anda menjauh darinya. Anda tidak berusaha untuk mendekat dan menenteramkan hatinya, namun justru membuat garis pemisah yang semakin tajam antara Anda dengan istri Anda.

Sebagai suami, teruslah berusaha mendekat istri, jangan menjauh. Saat istri tampak emosional dan marah-marah, dekatilah, peluklah, bisikkan kalimat mesra di telinganya. Jangan diimbangi dengan kemarahan, emosi dan apalagi kekerasan serta kekasaran sikap. Mendekatlah terus kepada istri, dan jangan menjauh.

Karakter ketujuh, suami ideal memiliki keterampilan praktis kerumahtanggaan. Suami bukan hanya bekerja mencari nafkah untuk menghidupi anak dan istri, sehingga setelah di rumah merasa menjadi manusia bebas yang tidak memiliki tugas dan tanggung jawab apapun untuk dikerjakan. Sesampai di rumah langsung istirahat, bersantai atau tidur karena merasa sudah lelah dalam menjalankan kewajiban mencari nafkah. Seakan-akan semua pekerjaan praktis kerumahtanggaan dengan sendirinya menjadi kewajiban istri.

Sesungguhnyalah pengerjaan kegiatan praktis kerumahtanggaan itu sangat fleksibel, tidak ada ketentuan baku tentangnya. Maka, lakukan musyawarah di rumah untuk membagi peran antara suami, istri, anak-anak, dan pembantu (jika memiliki pembantu rumah tangga). Lebih khusus lagi yang harus disepakati adalah peran suami dan istri di dalam rumah, agar tidak menimbulkan perasaan ketidakadilan.

Bagilah peran secara berkeadilan, melalui proses musyawarah yang penuh suasana kasih sayang, bukan pemaksaan kehendak atau intimidasi. Semua untuk menjaga cinta dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.

Karakter kedelapan, suami ideal memberikan kesempatan dan dorongan kepada istri untuk maju, berkembang dan berprestasi. Tidak layak bagi suami untuk menghambat kemajuan dan perkembangan potensi istri. Pernikahan bukanlah lembaga untuk mensterilkan berbagai potensi dan prestasi salah satu pihak. Justru dengan pernikahan itu akan semakin mengoptimalkan berbagai potensi kebaikan dari suami dan istri.

Definisikan format prestasi, dan sepakati bersama dalam keluarga. Setelah ada kesepakatan, maka dukung dan doronglah istri untuk berprestasi. Rayakanlah setiap keberhasilan dan capaian prestasi suami dan istri, dalam suasana kehangatan cinta dan kasih sayang. Apabila suami mencapai peningkatan prestasi, itu karena dukungan dan dorongan istri serta anak-anak. Apabila istri mencapai puncak prestasi, itu karena dukungan dan dorongan suami serta anak-anak. Semua pihak merasa gembira, berbangga dan mampu merayakannya.

Karakter kesembilan, suami ideal selalu tampak “young and fresh” di hadapan istri. Banyak suami yang menuntut istri dalam bentuk yang perfect, seperti harus selalu wangi, segar, harum, berdandan menarik, berpenampilan menyenangkan, dan lain sebagainya. Namun dirinya sendiri tampak tidak memperhatikan penampilan saat di rumah. Bau keringat yang menyengat, penampilan yang apa adanya, tidak menampakkan kerapian dan keserasian dalam berpakaian, menjadi sesuatu yang khas saat di rumah.

Tidak layak semua tenaga, pikiran dan perhatian Anda habiskan di kantor dan di tempat berkegiatan di luar rumah. Sementara Anda pulang dengan membawa tenaga sisa, pikiran sisa, hati sisa, dan perhatian sisa. Cinta dan kasih sayang seperti apa yang Anda harapkan tumbuh berkembang di dalam kehidupan keluarga apabila semua dibangun di atas sisa-sisa?

Jangan bawa beban masalah dari luar rumah masuk ke dalam rumah Anda. Sebanyak apapun rasa lelah Anda dari melaksanakan aktivitas seharian, pulanglah ke rumah dalam kondisi segar dan bergairah menemui istri serta anak-anak.

Karakter kesepuluh, suami ideal selalu memperbarui motivasi dan menguatkan kembali makna ikatan dengan istri. Menikah, awalnya adalah sebuah akad, atau ikatan. Prosesi nikah yang sakral itu hakikatnya adalah sebuah ikrar dan perjanjian agung atas nama Tuhan, diresmikan oleh negara, disaksikan oleh orang tua, keluarga, kerabat, sahabat, tetangga dan sanak saudara. Sedemikian sakral prosesi pernikahan, tampak dari banyaknya pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

Motivasi menikah adalah ibadah, bagian dari pelaksanaan aturan Ketuhanan, yang kemudian secara teknis administrasi diatur oleh negara. Sejak awal, motivasi ini telah diwujudkan dan dikokohkan dalam sebentuk ucapan atau ikrar, saat melaksanakan akad nikah di depan petugas pernikahan. Dalam perjalanan kehidupan berumah tangga, ikatan ini bisa mengendur dan melemah, maka harus selalu disegarkan dan dikuatkan.

[komunitas umat muslim]