Anak Indigo


apa seh anak indigo itu???
anak indigo atau anak nila (dalam bahasa inggris : indigo children), anak indigo yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak seusianya.
Istilah indigo (biru gelap) ini menujukan warna aura dalam warna kehidupan mereka.
Anak indigo adalah anak yang memiliki kemampuan lebih. tapi sayangnya sering di pandang aneh. kini telah banyak anak indigo yang terlahir di seluruh dunia, termasuk Indonesia.


Manusia umumnya mempunyai lima indera, tetapi ada memiliki yang dinamakan indera keenam. Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet. Bagaimana hubungan warna itu dengan anak-anak yang mendapat julukan tersebut dan diketahui memiliki indera keenam. Indera yang dimaksud adalah intuisi, semua orang sebetulnya memiliki intuisi tetapi khusus anak indigo mempunyai intuisi yang luar biasa tajam di atas kemampuan orang kebanyakan. Mereka demikian peka seperti halnya anak jenius mempunyai kepintaran di atas rata-rata, demikian juga anak indigo mempunyai intuisi luar biasa tajam.

Indigo child memiliki ketajaman intuisi karena dari sinar elektromagnetik tubuhnya saja, yaitu auranya yang hampir seluruhnya merupakan tanda keaktifan yang lebih dominannya pintu energi yang satu itu yakni cakra mata ketiga yang terindikasikan mengeluarkan energi berwarna indigo (nila / biru gelap)

Kebanyakan dari mereka memiliki kelebihan dengan bakat yang sangat luar biasa atau secara akademik mempunyai prestasi. Anak indigo juga mampu menunjukan empati yang sangat dalam dan mudah merasa iba serta tampak bijaksana untuk anak seusianya.

Anak indigo yang lahir di dunia ini juga mempunyai pelbagai misi. Kebanyakan dari mereka merupakan pengkritik suatu rencana yang salah. Mereka bertugas meluruskan ketidakbenaran dan ketidaksamaan yang ada di sekelilingnya. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku mereka yang tidak patuh dan kesulitan dalam menjalankan dengan sistem yang ada, misalnya saja penolakan dan sikap kaku terhadap sistem pendidikan yang ada.

Secara fisik anak indigo memang sama dengan anak-anak lainnya tetapi mereka memiliki batin yang tua (old soul), sehingga mereka sering kali menunjukan kepemilikkan jiwa orang yang lebih dewasa dibandingkan dengan jiwa konservatif yang biasa muncul didalam anak seusianya. Ditambah mereka juga terkadang memiliki kemampuan intuisi yang sangat mengagumkan, dan seringkali memiliki IQ yang berada pada tingkat diatas rata-rata.

Kemampuan anak indigo terletak pada kekuatan jiwanya, maka bentuk secara fisik spesifik banyak terdapat di bagian kepala. Ciri khas adalah bentuk kepala yang sedikit agak lebih besar dari bayi atau anak-anak pada umumnya, terutama pada bagian lingkar kepala, dan dahi serta kening yang lebih lebar.

Kuantitas otak anak indigo biasanya lebih besar disebabkan penggunaannya relatif lebih sering sejak usia dini tadi. Mereka berfikir dan menganalisa setiap apa yang dilihat, didengar atau dirasakannya.

Lee carroll & Jan tobber dalam bukunya The Indigo Children mengemukakan 10 ciri umum dari anak Indigo, yaitu:
1. Mereka memasuki dunia dengan perasaan keningratan (dan sering kali bertindak seperti itu).
2. mereka memiliki perasaan “pantas untuk berada di sini”, dan terkejut jika orang lain tidak berpandangan seperti itu.
3. harga diri bukanlah persoalan besar. Mereka sering memberitahu orang tua mereka tentang “siapa diri mereka”.
4. mereka memiliki kesulitan dengan otoritas absolut (otoritas tanpa penjelasan atau pilihan).
5. mereka benar-benar tidak akan melakukan hal-hal tertentu, sebagai contoh; menunggu di antrean sangat sulit bagi mereka.
6. mereka merasa frustasi dengan sistem yang berorientasi pada ritual dan tidak memerlukan pemikiran kreatif.
7. mereka sering melihat cara-cara yang lebih baik dalam melakukan segala sesuatu, baik di dalam rumah maupun di sekolah, yang membuat mereka tampak seperti perusak sistem, tidak patuh pada sistem apapun.
8. mereka tampak antisosial kecuali jika mereka bersama dengan orang-orang yang sejenis dengan mereka. Jika tidak ada orang lain yang memiliki kesadaran yang sama disekitar mereka, mereka sering berpaling kedalam diri, merasa seperti tidak ada orang lain yang memahami mereka. Sekolah sering kali menjadi luar biasa sulit bagi mereka secara sosial.
9. mereka tidak akan bereaksi terhadap disiplin “rasa bersalah”
10.mereka tidak malu memberitahu anda tentang apa yang mereka butuhkan.

Selama ini fenomena anak Indigo terlihat lebih menyita dunia spiritual yang berujung pada magis dan para-psikologis dalam pembahasannya, sehingga bagi mereka yang berpegang pada positivisme akan segera menolak keberadaan anak indigo. Jika ada anggapan kalau para Indigo adalah para anak setan yang harus dimusnahkan dan haruskah kita menghabiskan seluruh generasi yang baru itu dengan melakukan genosida atau pemusnahan massal, Atau mungkin juga ada anggapan kalau para indigo merupakan para malaikat yang terlahir sebagai manusia, kalau memang demikian adanya pasti akan tercipta suatu kehidupan yang sangat baik di masa yang akan datang. Perdebatan tentang mereka sampai saat ini masih terus berlangsung.

Banyak yang mengaitkan ramalan Notradamus tentang dunia masa depan yang akan dipimpin oleh manusia-manusia bersorban biru dimana sorban biru itu kini diartikan dengan kehadiran anak-anak dengan aura indigo ini. Ada juga yang melihat bahwa para anak indigo merupakan suatu reinkarnasi dari orang-orang terdahulu, bukan hanya dari jiwa orang yang telah meninggal dunia di bumi tapi juga dari jiwa makhluk lain dari dimensi yang lain, biarlah pandangan itu diyakini oleh mereka yang meyakini, yang jelas mereka, para indigo, akan segera menguasai seluruh muka bumi, karena berdasarkan hasil penelitian ternyata pada tahun 2006 saja 80% dari anak-anak yang terlahir memiliki aura berwarna Indigo.

Karakteristik Anak Indigo:
  1. Mempunyai kesadaran diri yg tinggi, terhubung dengan Sang Sumber (Tuhan);
  2. Mempunyai pengertian yang jelas akan dirinya;
  3. Tidak  cara-cara yang otoriter tanpa alasan yang jelas;
  4. Tidak sabaran dan tidak suka bila harus menunggu;
  5. Tidak menyukai sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif;
  6. Mereka punya cara yg lebih baik dlm menyelesaikan masalah;
  7. Sebagian besar adalah orang yg menimbulkan rasa tidak nyaman;
  8. Tidak bisa menerima hukuman yang tanpa alasan, selalu ingin alasan yang jelas;
  9. Mudah bosan dengan tugas yg diberikan;
  10. Cenderung Kreatif;
  11. Mudah teralihkan perhatiannya, tetapi juga mampu mengerjakan banyak hal bersamaan;
  12. Menunjukan intuisi yang kuat;
  13. Punya empati yang kuat terhadap sesama;
  14. Sangat berbakat dan rata-rata sangat pintar;
  15. Saat kecil sering diidentifikasi menderita ADD / ADHD (Atenttion Defisit Disorder atau susah konsentrasi) / ADHD (Attention Defisit and Hyperactive Disorder atau hiperaktif);
  16. Mempunyai visi dan misi yang kuat;
  17. Pandangan mata mereka terlihat bijaksana, mendalam dan tua;
  18. Mempunyai kesadaran spiritual atau mempunyai kemampuan psikis;
  19. Mengekspresikan kemarahan dan mempunyai masalah dengan menahan amarah;
  20. Membutuhkan dukungan untuk menemukan diri mereka;
  21. Berada di dunia untuk merubah dunia, untuk membantu kita hidup dalam keharmonisan dan damai antara yg satu dengan yg lain;
  22. Mereka mempunyai bau keturunan raja sejak lahir, dan kerap memanifestasikannya
  23. Mereka memiliki rasa “ini adalah tempat saya semestinya”, dan akan merasa sangat ganjl bila melihat orang lain tidak berpikir demikian
  24. “Harga diri” bukan soal, mereka kerap memberitahu orang tua tentang “siapa mereka”
  25. Terhadap hal yang kaku dan tidak memerlukan kreatifitas, ia merasa tidak terbiasa
  26. Biasanya mereka introvek (menyembunyikan perasaan), merasa tidak ada orang di dunia ini yang dapat memahami mereka
  27. Mereka tidak pernah pelit terhadap kebutuhan pribadi
  28. Kemampuan “mata batin” mereka secara umum sangat kuat, bisa langsung mengetahui permainan orang dewasa
  29. Mudah hanyut dalam kecanduan dan kebiasaan jelek lainnya
Karakteristik Indigo Dewasa:
  1. Mereka pintar walaupun tidak selalu berada di tingkatan paling atas;
  2. Menyukai hal-hal alami, dapat bergaul dengan binatang-binatang dan anak-anak dengan mudah;
  3. Setia, terikat dan hanya dengan satu orang saja di dalam berhubungan, membutuhkan ikatan dalam satu tingkatan jiwa dengan partner;
  4. Kreatif dan sangat senang menciptakan sesuatu;
  5. Selalu ingin tahu kenapa, khususnya jika mereka disuruh melakukan sesuatu;
  6. Muak akan pekerjaan yang banyak dan berulang-ulang di sekolah;
  7. Merasa terisolasi dari orang sekitar sehingga sering disalahpahami sebagai penyendiri. Bagaimanapun, mereka sadar bahwa seluruh kehidupan saling behubungan;
  8. Tidak nyaman dengan politik karena merasa suara mereka tidak dihitung, dan tidak peduli dengan hasil yang keluar;
  9. Memerlukan tidur yang sangat sedikit untuk meremajakan tubuh;
  10. Tidak terima bila hak-hak mereka diambil atau diinjak-injak;
  11. Punya keinginan yang kuat untuk merubah dunia, tapi kesulitan menemukan jalurnya;
  12. Mempunyai ketertarikan akan hal spiritual dan kemampuan psikis saat usia muda;
  13. Punya beberapa “Role-Model” Indigo;
  14. Punya intuisi yang kuat;
  15. Punya sifat atau jalan pikir yang tidak biasa, sulit fokus pada tugas, atau meloncat-loncat di tengah pembicaraan;
  16. Pernah mengalami pengalaman spiritual, psikis dan lain-lain;
  17. Sensitif terhadap yg berhubungan dgn listrik;
  18. Mempunyai kesadaran akan dimensi lain;
  19. Secara seksual sangat ekspresif atau malah menolak seksualitas aga bisa mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi;
  20. Mencari arti hidup mereka dan mengerti tentang dunia, mereka bisa mencarinya dengan melalui agama, buku dan lain-lain
  21. Waktu mereka merasa diri mereka seimbang, mereka akan menjadi kuat, sehat, dan individu yang bahagia.

Dalam The Care and Feeding of Indigo Children, Jan Tobler menyebutkan sedikitnya 10 ciri anak indigo :

  1. Non-kompromisits terhadap sistem yang berlaku. Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat
  2. Suka menyendiri, kadang sulit untuk bersosialisasi
  3. Datang ke dunia dengan perasaan ingin berbagi
  4. Memahami betul hak eksistensi dirinya di dunia ini. Mereka justru heran jika ada yang menolaknya
  5. Merasa dirinya bukanlah yang utama
  6. Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan
  7. Sulit menunggu giliran
  8. Tidak menyukai hal-hal ritual atau hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran kreatif
  9. Tidak merespons aturan-aturan yang kaku (misalnya: tunggu sampai ayah pulang)
  10. Tidak malu untuk meminta apa yang dibutuhkannya

Selain itu, dalam buku The Indigo Children, Doreen Virtue, Ph.D, menyebutkan pula beberapa karakteristik untuk mengidentifikasi anak-anak berbakat khusus itu. yaitu: Sangat sensitif.

  1. Energinya sangat berlebihan
  2. Mudah bosan
  3. Perlu orang dengan kondisi emosi yang lebih stabil dan nyaman untuk berada di sekelilingnya
  4. Mempunyai pilihan sendiri untuk belajar, terutama untuk membaca dan matematika
  5. Mudah frustrasi. Sebab, umumnya mereka mempunyai banyak ide, namun kurang sumber daya atau orang-orang yang dapat membantu mereka
  6. Belajar lewat cara eksplorasi
  7. Tidak bisa diam kecuali mereka menyatu dalam sesuatu hal yang sesuai dengan minatnya
  8. Mempunyai ketakutan seperti kehilangan atau ditinggal meninggal oleh orang yang dicintainya
  9. Jika pengalaman pertamanya mengalami kegagalan, mereka mungkin akan menyerah dan membuat blok pembelajaran secara permanen

Mengapa terjadi anak indigo?
Banyak teori yang membahas masalah ini. Yang perlu diamati sesungguhnya apa yang terjadi pada anak indigo ini, seperti kemampuan indra keenam / sixth sense. Kemampuan ini sebenarnya bisa dipelajari dan dikuasai oleh orang awam atau orang bukan indigo, jadi tidak semata-mata karunia Tuhan. Getaran bumi yang sedemikian kuat membawa banyak perubahan. Salah satunya adalah makin banyaknya terlahir anak berjiwa matang (old soul) yang memiliki bakat khusus. Bagaimana mendidik agar mereka tidak merasa tertekan dan aneh karena berbeda dengan teman-temannya? Gejala alam rupanya tidak sedikit mempengaruhi hal-hal lain. Waktu yang berjalan demikian cepat menjadi satu indikasi perubahan yang terjadi di bumi.
Selain itu, munculnya anak-anak berbakat dengan jiwa tua atau old soul, juga menjadi tanda perubahan bumi yang begitu cepat. Akhir-akhir ini kita sering disentakkan oleh begitu banyaknya anak yang memiliki pola pikir berbeda dengan anak seusianya. Daya nalar mereka cenderung dewasa, padahal usianya belum mencapai belasan. Kali lain kita dikejutkan oleh anak-anak yang memiliki indra keenam luar biasa tajam, sehingga si anak sampai merasa dirinya tidak normal karena tidak sama dengan teman-temannya. Fenomena lahirnya anak-anak berkemampuan lebih ini sebenarnya sudah sejak lama ada. Sebastian Bach dan Albert Einstein bisa dikategorikan sebagai anak indigo. Musik yang diciptakan Bach disebut sebagai tipe musik anak indigo. Ia menciptakan musik sambil melamun, sama seperti Einstein yang mendapat rumus saat sedang bengong.
Keberadaan anak-anak berbakat ini memang baru disadari sejak tahun 1990-an. Para ahli menyebut mereka indigo. Munculnya anak indigo, menurut Tom, tak lepas dari pengaruh perubahan getaran bumi. Pada tahun 1970 sampai 1980-an, resonansi bumi sekitar 7,83 Hz. Di tahun 2000 menjadi 8,5-9 Hz, sedangkan di tahun 2004 sudah mencapai 13,5 Hz. Secara metafisik, getaran bumi yang semakin cepat akan menimbulkan satu fase, yang menyebabkan terjadinya kenaikan tingkat ke dimensi yang lebih tinggi.
Secara teoretis, getaran bumi yang semakin cepat akan membuat bumi semakin panas dan suhu ikut meningkat. Kenaikan ini juga mengakibatkan perubahan yang cukup signifikan, sehingga membutuhkan orang tertentu untuk menyeimbangkannya. Kelahiran anak-anak berbakat inilah yang akan membantu getaran bumi berjalan lebih smooth, lebih mulus. Kelahiran mereka ditujukan untuk mengubah tatanan dunia supaya menjadi lebih nyaman. Anak indigo datang ke dunia dengan berbagai misi. Cara yang diambil pun beraneka ragam. Bisa lewat kesenian, pendidikan, ilmu pengetahuan, olahraga, “Semua itu tergantung misi mereka?” katanya. Anak indigo kebanyakan merupakan pendobrak suatu tatanan yang salah. Karena bertugas meluruskan ketidakbenaran itu, mereka umumnya lahir dengan tipe.
Opini Psikolog
Psikolog dari Universitas Padjadjaran Bandung, Dra Sawitri Supardi Sadarjoen, menyarankan kepada orang tua untuk “menormalkan” anak-anak ini. Sawitri justru menyarankan untuk “menumpulkan” kemampuan si anak. Caranya? Dengan memberi pengertian bahwa apa yang diketahui si anak itu semata-mata faktor kebetulan karena si anak akan tersiksa dengan kelebihan yang dimilikinya. Sawitri beralasan bahwa kemampuan itu akan membuat anak menjadi tidak realistis dan malas. Tapi biasanya, kelebihan anak indigo bisa menjelajah ruang dan waktu. Menurut Soewardi, keajaiban anak indigo terjadi karena ada kesalahan dalam kinerja otaknya. Atau dengan kata lain, sistem kerja otaknya terganggu.
Psikiater anak dan remaja, Dr Tb Erwin Kusuma Sp.KJ(K), memastikan tidak ada yang salah dengan anak indigo. Menurut dia, anak indigo itu normal. ”Mereka cuma berbeda saja”, terangnya. Sebelum memulai praktik kedokterannya di Klinik Pro-V di Jalan Letjen Soeprapto 60, Jakarta Pusat, Erwin memaparkan apa itu anak indigo serta apa yang membedakan mereka. Menyikapi terhadap pandangan bahwa anak indigo harus ditumpulkan kemampuannya Erwin berpendapat tidak setuju dengan pandangan itu. ”Tidak betul itu. Anak indigo itu normal cuma beda saja. Tidak saya rekomendasikan”, tuturnya. Menurut dr Tubagus Erwin Kusuma SpKj, anak-anak seperti itu semakin muncul di mana-mana di dunia, melewati batas budaya, agama, suku, etnis, kelompok, dan batas apa pun yang dibuat manusia untuk alasan-alasan tertentu. Fenomena itu menarik perhatian banyak pihak, karena dalam paradigma psikologi manusia, anak-anak itu dianggap ”aneh”. Pandangan ini muncul karena selama ini kemanusiaan telanjur dianggap sebagai hal yang statis, tak pernah berubah. ”Padahal, semua ciptaan Tuhan selalu berubah,” ujar dr Erwin.
Sebagai hukum, masyarakat cenderung memahami evolusi tapi hanya untuk yang berkaitan dengan masa lalu. ”Fenomena munculnya anak-anak dengan kemampuan seperti itu merupakan bagian dari evolusi kesadaran baru manusia, yang secara perlahan muncul di bumi, terutama sejak awal milenium spiritual sekitar tahun 2000 yang disebut Masa Baru, The New Age, atau The Aquarian Age. Semua ini merupakan wujud kebesaran Allah,” tegas Erwin. Fisik anak-anak indigo sama dengan anak-anak lainnya, tetapi batinnya tua (old soul) sehingga tak jarang memperlihatkan sifat orang yang sudah dewasa atau tua. Sering kali ia tak mau diperlakukan seperti anak kecil dan tak mau mengikuti tata cara maupun prosedur yang ada. Kebanyakan anak indigo juga memiliki indra keenam yang lebih kuat dibanding orang biasa. Kecerdasannya di atas rata-rata.
Menurut Lanny Kuswandi, fasilitator program relaksasi di Klinik Prorevital, mengutip dr Erwin, ”Ada tipe humanis, tipe konseptual, tipe artis, dan tipe interdimensional. Pendekatan terhadap mereka juga berbeda-beda,” sambungnya.
Namun karena dianggap ”aneh”, tak jarang diagnosisnya keliru dan penanganannya lebih bersandar pada obat-obatan. ”Ada anak indigo yang dianggap autis, ADHD (Attention-Deficit Hyperatictve Disorder) maupun ADD (Attention Deficit Disorder). Padahal tanda-tandanya berbeda,” sambung Erwin. Kekeliruan semacam ini juga terjadi di AS, karena banyak ahli menganggap anak-anak itu menderita ”gangguan” yang harus dihilangkan.
Fenomena Baru anak indigo
Penelitian di Rusia menunjukan bahwa sekitar 95 persen anak-anak yang lahir sejak 1994 tergolong “anak indigo”. Hal itu bisa dibuktikan melalui lingkaran cahaya biru di sekeliling tubuh mereka. Fungsi organ dalam anak-anak ini juga telah mengalami perubahan yakni sistem kekebalan tubuh mereka lebih kuat beberapa kali lipat dibanding orang pada umumnya, kebal terhadap penyakit, bahkan dapat melawan penyakit AIDS, dan DNA mereka juga tidak sama. Para ilmuwan menduga, bahwa mungkin dikarenakan variasi gen, ribuan warga di bumi sudah bukan tergolong “manusia lama” lagi, sebuah spesies manusia yang baru sedang lahir, meskipun perkembangan proses ini lamban namun diyakini benar-benar sedang muncul.
Ciri khas psikologis dan perilaku “anak Indigo” ini sangat unik dan ganjil, sehingga dengan demikian, mereka perlu pola pendidikan yang baru. Tidak boleh mengabaikan permintaan mereka, jika tidak, mungkin dapat mengakibatkan inteligensi dan pikiran species “manusia baru” ini menjadi kacau. Mungkin mereka membuka sebuah perintis zaman yang baru, sesuatu yang masib belum kita ketahui. Fenomena “anak indigo” ini banyak terjadi di depan kita.
Ada beberapa kasus kemunculan “anak indigo” di beberapa negara. Misalnya, di Latvia, ada seorang gadis cilik yang cantik, ia suka menceritakan pemandangan dalam perjalanannya di tengah alam semesta pada tengah malam. Saat ia berusia 5 tahun, ayahnya dengan terheran-heran mendapati dirinya mengetahui banyak pengetahuan tentang alam semesta. Meskipun ia tidak begitu percaya dengan ucapan anaknya, namun ketika ia memperbaiki mobil tuanya, selalu mendapat petunjuk dari gadis kecil itu. “Saya tidak tahu bagaimana ia bisa mengetahuinya, tetapi ia selalu tahu bagian yang tidak beres dengan mobilnya,” ujarnya.
Borische Tipikal “Anak Indigo”
Di sebuah daerah di Rusia, pada 1997 lahir seorang bocah laki-laki yang tidak lazim. Saat ibunya melahirkan dipagi hari yang cerah, segalanya tampak sedikit ganjil. Ibunya mengatakan, “Semuanya terjadi begitu cepat, hingga saat saya belum merasakan sakit apapun, Boriska sudah lahir. Ketika suster memperlihatkan bayi itu kepada saya, bocah itu justru menatap saya dengan tatapan seorang ginekolog, namun, saya tahu bayi yang baru lahir tidak mungkin memusatkan perhatian pada hal apapun,” demikian pengakuan Nadezhda Kipriyanovich, ibu Boriska.
Saat ibu itu membawa Borische pulang ke rumah, diketahui anak ini semakin tidak seperti biasanya. Ia hampir tidak pernah menangis juga tidak pernah sakit, saat menginjak usia 8 bulan, ia sudah bisa mengucapkan kata-kata secara utuh, tidak ada kesalahan dalam hal pengucapan maupun tata bahasa. Begitu juga dalam memperlakukan mainan yang diberikan ayahnya, ia juga bisa menggunakan prinsip geometri dan secara tepat merakit kembali mainannya.
Saat Boris menginjak usia 2 tahun, ia mulai mencoret-coret beberapa benda dengan warna biru dan lembayung. Psikolog yang mendeteksi hasil corat-coretnya menyebutkan, mungkin ia sedang mencoba melukis suatu lingkaran cahaya yang ditebarkan manusia. Belum juga menginjak usia 3 tahun, ia sudah bisa menjelaskan sejumlah pengetahuan yang berhubungan dengan fenomena alam semesta kepada orang tuanya. Ibunya mengatakan, “Ia dapat menyebutkan semua nama planet dalam sistem tata surya, bahkan nama satelit buatan; bahkan bisa menghitung nama dan jumlah galaksi. Awalnya, saya merasa ini agak mengerikan, saya berpikir apa anak saya bermasalah dengan jiwanya. Namun, saya putuskan untuk memeriksa sejenak apakah nama-nama yang disebutkan itu benar atau tidak, dan setelah saya menemukan sejumlah buku astronomi, ternyata apa yang disebutkannya itu benar”.
Sehubungan dengan kemampuannya itu, Borische menjadi populer di kampung halamannya. Orang-orang sangat penasaran, bagaimana ia bisa mengetahui begitu banyak hal tentang astronomi. Tidak lama kemudian, Boriska kembali mulai menceritakan kejahatan yang dilakukan manusia. Ia bisa menarik seseorang yang berjalan di jalan raya, dan memintanya agar berhenti dan menjauhi narkotika, bahkan memberitahu pada laki-laki dewasa yang hilir mudik, agar jangan membohongi istri sendiri. Peramal cilik ini bahkan mengingatkan orang-orang mengenai bencana, wabah penyakit dan lain sebagainya yang akan segera tiba di dunia manusia, tindakan atau perilakunya yang ganjil ini membuat orang tuanya semakin bingung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s