Kutipan buku “Ranah 3 Warna”


Sedikit review dari buku ranah 3 warna :

Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna diadopsi dari kisah nyata dengan pengembangan, penulisnya menyebutnya sebagai kenangan dalam kerja keras meraih cita-cita. Tokoh-tokoh dalam novel itupun terinspirasi dari orang-orang yang juga nyata. ^_^

Hidupku selama ini membuat aku insaf untuk menjinakkan badai hidup, “mantra” man jadda wajada (siapa bersungguh-sungguh akan berhasil) saja ternyata tidak cukup sakti. Antara sungguh-sungguh dan sukses itu tidak bersebelahan, tapi ada jarak. Jarak ini bisa hanya satu sentimeter, tapi bisa juga ribuan kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi juga bisa puluhan tahun.

Jarak antara sungguh-sungguh dan sukses hanya bisa diisi sabar. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung. Sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan. Padahal keberuntungan adalah hasil kerja keras, doa, dan sabar yang berlebih-lebih.

Bagaimanapun tingginya impian, dia tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup sudah digelung oleh nestapa akut. Hanya dengan sungguh-sungguhlah jalan sukses terbuka. Tapi hanya dengan sabarlah takdir itu terkuak menjadi nyata. Dan Tuhan selalu memilihkan yang terbaik dan paling kita butuhkan. Itulah hadiah Tuhan buat hati yang kukuh dan sabar. 🙂

“Sabar itu awalnya terasa pahit, tetapi akhirnya lebih manis daripada madu. Dan Alhamdulillah, aku sudah mereguk madu itu. Man shabara zhafira. Siapa yang sabar akan beruntung.”

Di buku Ranah 3 Warna ini gaya berceritanya masih serupa dengan buku sebelumnya, karena Ranah 3 Warna memang lanjutan dari skuel buku sebelumnya. Lanjutan dari kisah Alif yang lulus dari pondok Madani dan melanjutkan study di ,Bandung!

Ada banyak sekali kalimat yang saya tandai di buku ini. Di antaranya:

~ nasihat Imam Syafi'i:"berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang."
 Jangan menyerah. Menyerah berarti menunda masa senang di masa datang. [hal:26]
~ Man yazra' yahsud, siapa yang menanam akan menuai yang ditanam. [hal:30]
~ Walau hanya berbisik di hati, rupanya Tuhan selalu Maha Mendengar. [hal:32]
‎~ "Alif, bagiku belajar adalah segalanya. Ini perintah Tuhan, perintah Rasul,
 perintah kemanusiaan. Bayangkan,kata-kata pertama wahyu yg diterima Rasulullah
 itu adalah iqra.Bacalah." [hal:34]
~ Aku akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa hidup itu masalah penyerahan diri.
 Kalau aku sudah bingung dan capek menghadapi masalah tekanan hidup,
 aku praktikkan nasihat Kiai Rais, yaitu siapa yang mewakilkan urusannya kepada Tuhan,
 maka Dia akan 'mencukupkan' semua urusan kita. 
'Cukup' kawanku. Itu yang seharusnya kita cari.
 Apa artinya banyak harta tapi tidak pernah merasa cukup?
 Itulah janji Tuhan bagi orang yang tawakal.
 ku ingin tawakal sempurna. Aku ingin dicukupkanNya segala kebutuhan.[hal:35]

~ Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
 Jangan lupa menjaga nama baik dan kelakuan.
 Elok-elok menyeberang. Jangan sampai titian patah. 
Elok-elok di negeri orang.
 Jangan sampai berbuat salah. [hal:41]
~ Iza shadaqal azmu wadaha sabil,kalau benar kemauan,
 maka terbukalah jalan.[hal:111]

 ~ man jadda wajada: siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses.
 Man shabara zhafira: siapa yang bersabar akan beruntung.
man sara ala darbi washala: siapa yang berjalan di jalannya akan sampai ke tujuan.
[hal:132]
~ Aku anak kampung yang miskin, tapi tidak mengenal kemiskinan akut perkotaan.
 Sesusah-susahnya aku hidup di kampung, 
kami punya baju layak dan selalu ada sanak saudara yang akan memberi sekedar makan
[hal:161]
~ Bahwa meminjam itu lebih berbahaya daripada meminta.
 Begitu kita meminta, apapun obyeknya,
 pasti telah diputuskan untuk diberikan oleh yang punya.
 Semua terang benderang. Ada ijab dan kabul.
 Ada yang ikhlas memberi dan ada yang ikhlas menerima.
 Tapi ketika sesuatu dalam status dipinjam, tidak ada kata putus di sana.
 Mungkin selalu ada benih konflik yang ikut tertanam bersama meminjam.
 Dia bisa beracun dan laten. [hal:172
~ Segala sesuatu ada waktunya. 
Aku ikhlaskan tangan Tuhan menuntunku meraih segala impian ini
 [hal:461]
~ Jarak antara sungguh-sungguh dan sukes hanya bisa diisi dengan sabar. [hal:468]

		

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s