Tangis dalam diam


‘Pernahkah?

yah, setiap manusia pasti pernahlah ngerasain apa yang dinamakan “Tangis dalam diam” Tak terkecuali wanita. Kebanyakan yang mengalamin ini ya wanita,. entah itu fakta atau hanya kesimpulanku saja,..

Aku, wanita yang lebih memilih untuk diam daripada aku harus menceritakan apa yang aku alami. Aku hanya akan berbicara semua yang aku rasakan pada orang yang tepat, yang sekiranya dia dapat menjaga rahasia, Like My Family’s and My BFF :’)

Dalam hati sebenarnya sudah ingin berteriak,. ketika aku masih belum berada di kota ini, saat hal ini terjadi [Tangis dalam diam], aku selalu melakukan yang dinamakan [100km/jam]. Entah itu menggunakan motor or mobil. Karena aku rasa jetcoaster tidak dapat menghancurkan rasa kesedihan itu sendiri.  Sekarang, aku disini tidak ada fasilitas motor ataupun mobil sekalipun. hanya kaki dan itu juga tidak dapat mengatasi dan menghancurkan rasa kesedihan yang ada didalam hati ini. Tapi, pada akhirnya aku menemukan caraku tersendiri untuk menghancurkan rasa yang tidak aku inginkan dengan cara yang pertama “Memakan makanan yang super pedas” dan “mendengarkan musik”. Memang terlalu mainstream.  Tapi, kedua cara itu hanya bersifat sementara, dan hati ini akan tenang ketika “ayat suci terlantunkan”.

Dan aku tersadar, bahwa semua ini terjadi karena, hal ini sudah tertulis dan seudah menjadi takdirku. Back to Choice, it’s my choice sehingga aku bisa berada disini, yah jika kamu mengetahui apa yang dinamakan “Precognitive Dream”. Ketika itulah, kamu harus mengingat,. entahlah, setiap apa yang berada didalam mimpiku selalu menjadi nyata, entahlah itu yang seharusnya hanya menjadi bunga tidur, yang seharusnya aku lupakan, tapi nyatanya aku harus membuat keputusan. lebih cepat dari kecepatan cahaya. [lebay] tapi asli memang begitu. Itu yang aku rasakan saat ini, entah ini pilihanku yang salah, atau memang  aku sudah berada didalam keputusanku yang tepat. Ketika semua sudah terjadi, seperti halnya sekarang ini, aku hanya berusaha mengingat – ingat apalagi yang akan terjadi selanjutnya. Yah, aku kadang memilih untuk diam,.diam,.dan diam,.

Pernah suatu hari, terjadi percakapan yang bagi ku tidak mengenakkan hati, nah disitu pula didalam mimpiku pun sudah ada jawabannya,. jadi ya sudah,. berbicara apa adanya saja. Dan sampai saat ini aku tak tau,. harus aku apakan,. dan pada akhirnya aku sendiri yang harus menikmati dan menjalani ini semua. [ya iyalah] ^^ Sekian.

Nb: Berharap Menemukan orang yang pernah mengalami hal yang sama  [Precognitive Dream]

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s