Dear My Dad


Do u know,.  Everyday, I miss u.

I have dreams again and again in which I make plans with u. 

Daddy, saya tau,.  Allah swt memang lebih sayang dan memang lebih berhak memiliki dan mengambil kapanpun yang Allah swt mau. Saya tau saat itu, setiap detik menjadi lebih berharga. Yah, Daddy, entah mengapa Allah swt. lebih memilihku untuk lebih dahulu mengetahui apa yang akan terjadi padamu daddy. Ya, lewat mimpi, tapi hingga H-1 pun saya tidak berani mengatakan apa yang ada didalam mimpiku itu. Dan saya pikir daddy pasti akan menjawab “bunga mimpi, lupakan saja” seperti  apa yang sudah – sudah terjadi. Daddy, saya berusaha untuk menjadi perempuan yang tegar menghadapi ini semua.  Terutama saat mengetahui apa – apa yang saya mimpikan selalu terjadi. Maaf, daddy bukan maksud saya untuk percaya dengan mimpi, karena saya tau itu bisa dianggap syirik. Tapi, dengan apa – apa yang sudah terjadi selama ini, saya terkadang masih menggunakan pilihan yang terbaik yang diberikan saat saya bermimpi.

Daddy, ingatkah kita saat kita mengobrol berdua saja, kita belanja berdua saja. Daddy ingatkah saat di perjalanan saya melontarkan pertanyaan. Daddy, ingatkah H-1 sebelum kepergianmu saya berusaha untuk membuatmu tersenyum dan bahagia. Entah mengapa saya, menjadi anak yang paling menderita saat itu. Karena hanya saya, yang mengetahui hal itu akan terjadi padamu daddy.

Daddy, ingatkah saat saya sangat memproteksi dirimu, agar jangan pernah sekali – kali melakukan hal yang mengakibatkan terlalu kelelahan dan menjauh dari “rokok”.

Daddy, ada hal – hal yang perlu daddy ketahui saat para tetangga tidak berani mengabarkan apa yang sudah terjadi pada diri daddy, dan pada akhirnya datang beberapa ustadz teman – teman daddy, yang mengetuk pintu dan mommy menyuruh masuk. Tau tidak daddy, detik itu juga saya seperti menjadi anak yang tidak berguna di bumi ini. Karena tidak mengambil 1 keputusan yang berada di mimpi saya. Hingga saat ini, saya masih merasa bersalah Daddy😥

Daddy juga pasti tau kan, kami sekeluarga besar sangat kehilangan daddy. Terutama saya. Daddy, saat jasad daddy dibawa kerumah, teman – teman saya banyak yang datang mendoakan daddy, mereka baik – baik. keluarga jauh pun semua berdatangan, menjengukmu dan mereka berkomentar “Daddy kamu tersenyum, terlihat bahagia”.

Daddy, pasti mendengarkan dengan lebih jelas. Daddy, pasti ingin saya selalu berada di dekat daddy kan. Daddy ingat gak bercandaan kita dulu “nanti kalau daddy meninggal, daddy mau selimut saya juga berada disamping daddy”. Ya, maaf daddy bukan maksud saya untuk tidak mau memberikan selimut kesayangan saya sampai peristirahatan terakhir daddy, tapi saya ingin saya sendiri yang akan menemani daddy, yah disamping tempat tidur daddy,. semalaman saya tidak perdulikan tubuh saya, entah kedinginan,. entah kelaparan itu semua tidak terasa, karena rasa penyesalan yang luar biasa di sini,. daddy,. di hati saya.

 

Maafkan saya daddy, tapi saya tau ini semua terjadi karena sudah takdirNya. saya tidak boleh merasa bersalah lagi, yah banyak yang mengatakan seperti itu kepada saya. Tapi, masih tetap saja rasa bersalahku ini belum bisa hilang.

Daddy, setelah melihatmu terbaring 1 malam di depan kamar saya, saya rasa engkau membisikkan di telinga saya, supaya saya menemani daddy hingga di peristirahatan terakhir dan harus terlihat tegar. Yah, semua sudah terbukti kan? Janjiku padamu daddy tidak akan pernah aku ingkari, karena daddy selalu mengajarkan seperti itu kepada saya. Ketika membuat janji, haruslah ditepatin.

Daddy, saya selalu ingat apa yang engkau mau sebelum daddy pergi,.. Daddy ingin melihat saya menikah bukan? iya, Daddy maaf, belum bisa menjadi apa yang daddy mau. Tapi doakan, semoga saya bisa segera melaksanakan apa yang daddy mau.

Saya ingat betul, ketika daddy berpesan kepada saya, untuk menjadi perempuan yang tegar dalam menghadapi apapun dan daddy pun selalu ingin melihat saya menjadi mahasiswa terbaik. Iya, daddy saya selalu berusaha untuk bisa menjadi lebih baik, meski saya bukanlah mahasiswa terbaik menurut dosen – dosen dan menurut orang lain. Itu bagi saya tidaklah terlalu penting, bagi saya yang terpenting adalah selalu berusaha menjadi lebih baik dan melakukan apa yang daddy dan mommy inginkan.

 

Dan pada akhirnya ada beberapa yang mengatakan kepada saya, bahwa ada beberapa yang merasa “iri” dengan apa yang saya rasakan sekarang. Daddy, beritahu mereka, saya ini bukanlah orang yang tepat untuk dicemburui/iri. Daddy beritahu mereka bagaimana saya harus terjatuh – lalu bangkit – jatuh  – bangkit lagi. Daddy, beritahu mereka apa yang bisa menjadikan saya seperti ini, yaa,.. karena saya hanya ingin melakukan apa yang terbaik menurut saya, mommy and daddy.

Daddy, saya telah membuktikan apa yang telah daddy katakan kepada saya, bahwa tidak bisa menjadi apa yang semua orang mau. Hanya saja, lakukan yang terbaik menurut apa yang ada di dalam hati, dan lakukan untuk membahagiakan mommy and daddy.

Thank’s Daddy, u’re my inspiration, now and always :*

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s