9 Tingkat Kecerdasan Anak (Multiple Intlligence)

9 Tingkat Kecerdasan Anak (Multiple Intlligence)


1.   Kecerdasan Visual Spasial -Kecerdasan ini dapat ditemukan pada pelukis, pematung, programmer komputer, desainer, arsitek, serta sutradara. -Berhubungan dengan hal ini. Tokoh yang dapat diceritakan berkaitan dengan kecerdasan ini, misalnya Picasso, Walt Disney, Garin Nugroho. -Bentuk kecerdasan ini umumnya terampil menghasilkan … Baca lebih lanjut

Ciri-ciri Anak Jenius


Beberapa Ciri Anak Jenius menurut Joseph Renzulli (1986) dalam blog e-psikologi , anak yang jenius itu memiliki ciri-ciri mental sebagai berikut:


1.Punya kemampuan yang luar biasa (above-average) dalam bentuk kelebihan di bidang tertentu atau di bidang umum

2.Punya kemampuan yang bagus dalam menangani suatu tugas dengan komitmen dan motivasi yang luar biasa

3.Punya kreativitas yang luar biasa hebatnya

Selain punya ciri-ciri mental di atas, hasil study Dr. Linda Silverman (1997-2007) dalam blog e-psikologi, direktur Gifted Development Center, Canada, mengungkapkan ciri-ciri lain, seperti di bawah ini:

* Bisa belajar dengan cepat

* Punya kemampuan bernalar yang bagus

* Punya perbendaharan kata yang luas

* Punya kemampuan mengingat yang bagus

* Bisa konsentrasi lama pada hal-hal yang menarik bagi dirinya

* Sensitif perasaannya dan mudah merasa “tertusuk”

* Cepat menunjukkan rasa peduli

* Perfeksionis

* Intensif

* Punya kepekaan moral

* Punya rasa ingin tahu yang tinggi

* Punya minat yang kuat

* Punya stamina yang bagus

* Lebih suka bergaul dengan yang lebih tua / dewasa

* Punya banyak minat di beberapa hal

* Lucu dan “gemesin”

* Suka membaca

* Perhatian terhadap rasa keadilan dan fairness

* Bisa mengambil keputusan dengan matang untuk anak yang seusianya

* Suka mengamati

* Gemar berimajinasi

* Punya banyak akal

* Cenderung suka mempertanyakan otoritas

* Punya kecakapan dalam hitung-menghitung

* Bagus dalam permainan jigsaw puzzles atau yang semisalnya

Bagi kita yang melihat anaknya menampilkan sebagian atau keseluruhan ciri-ciri atas, perlu kita baca sebagai petunjuk untuk mengungkap atau perlu kita syukuri dengan memfasilitasinya, bukan memupuskannya. Kata Buckminster Fuller, yang paling sering memupuskan kejeniusan anak-anak adalah orang dewasa di sekitarnya. Banyak orangtua yang malah bingung melihat anaknya yang sensitif dengan otoritas, misalnya protes terhadap keadilan atau perlakuan yang fair. Padahal, itu bisa kita baca sebagai petunjuk jangan-jangan kita dikasih rejeki anak yang hebat melebihi kita. Siapa tahu ‘kan? Sebab, jika melihat fakta di lapangan, seringkali anak jenius itu dilahirkan Tuhan dengan sebab-sebab yang sangat tersembunyi. Ada yang lahir dari keluarga gedongan, tapi ada juga yang lahir di rumah kontrakan. Ada yang lahir dari orangtua terdidik, tapi ada yang tidak. Dan seterusnya dan seterusnya.

Oleh karena itu jika kita mempunyai putra yang mempunyai ciri tersebut diatas, maka yang wajib kita lakukan adalah

1. Mengarahkan bukan mengatur2. Membimbing bukan mendikte3. Beri kesempatan berkreatifitas bukan mematikan kreatifitas4. Memfasilitasi kebutuhannya bukannya melarang dan menakutinya

5. Beri kesempatan berbicara bukan membatasinya

itulah kewajiban orang tua atau guru jika memiliki anak/murid yang mempunyai seperti di atas.

sumber : http://www.e-psikologi.com/epsi/default.asp

Kutipan puisi “jika anak dibesarkan …. ”



Jika anak dibesarkan dengan celaan, dia belajar memaki 
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, dia belajar membenci 
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, dia belajar rendah diri 
Jika anak dibesarkan dengan hinaan, dia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, dia belajar menahan diri 
Jika anak dibesarkan dengan pujian, dia belajar menghargai
 Jika anak dibesarkan dengan dorongan, dia belajar percaya diri 
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, dia belajar keadilan 
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,dia belajar menaruh kepercayaan 
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, dia belajar menyenangi dirinya 
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, 
dia pun belajar menemukan cinta dalam kehidupan

(Dorothy Law Nolte)

English for children


mau ngajarin anak-anak bahasa inggris?? jangan dipaksain,. yg jelas  anak harus enjoy duluu laah niih ada vi-clip english

abcd…..z  🙂

kalo untuk angka2 ini niih seruu

banyaak sekalii,.  😀

lagu2 anak2 yg sering aku dengerin (wktu kecil) sampe sekarang vcd nya masih adaa huhuuu ngangenin ( 🙂  ) :

Twinkle Twinkle Little Star

Old MacDonal had a farm

apalagi dengerin yg ini ngangenin,.masa2 kecil sampe masa2 SD masih sering dengerin ni lagu,. hehhehee

If you are happy

Mengasah Logika Anak


 

Di usia 9-12 bulan, umumnya bayi sudah bisa merangkak, berdiri, bahkan berjalan. Kecerdasan logikanya mulai berkembang. Stimulasi yang diberikan pun sebaiknya tak lagi fokus terhadap kemampuan motorik tetapi juga kecerdasannya. Titi P Natalia, MPsi, memberikan saran memberikan stimulasi melalui permainan pada bayi usia ini.

* Pazel dan balok bermain. Sediakan mainan yang dapat mengasah logika seperti pasel satu keping, balok susun, menyamakan bentuk dan lainnya. Berikan panduan agar si kecil dapat memainkannya dengan benar, sehingga manfaat yang didapat pun jadi maksimal. Manfaat permainan ini selain mengasah logika bayi, juga mengenalkannya pada bentuk dan warna, belajar mencocokkan, menganalisa, melatih ketangguhan, merangsang konsep berpikir, juga merangsang motorik dan sensoriknya.

* Aneka binatang. Anda bisa membuat binatang bersama si kecil dari clay, kertas, atau media lainnya. Bila merepotkan, bisa membeli mainan binatang dari plastik atau bisa juga dengan mengajaknya bermain di halaman. Kenalkan bayi pada aneka binatang tersebut. Sebutkan satu per satu namanya dan ajak ia menyebutkannya. Bila berbentuk mainan, biarkan ia meraba dan memainkannya. Bila ia bermain di taman, ajak ia berjalan atau tatihlah ia dari sudut satu ke sudut halaman lainnya.

Manfaat permainan ini di antaranya:
– Mengenal aneka binatang sehingga kecerdasan alamnya terasah.
– Melatih kemampuan motorik halus dan kasar si kecil.
– Belajar beradaptasi dan mengenal lingkungannya.

Bayi —> Polos dan lucu


hmm,.. kenapa aku suka bermain dan sayaang banged sama namanya anak2 kecil (terutama yg masih balita),. karena mereka itu lucu,. polos,.  😀

setiap ada anak kecil kerumah pasti deh aku sempatin bilang “sini sama kakak aja yuuk” hahhaha apalagi klo lihad baby yg gendud gitu,. pingin rasanya cubit2 pipinya sampe nangiss,. (tp y g prnah smpe begitu =.= ) wkwkwkk,. kalo waktu keluarga besar kumpul,. seruu banged cz banyak anak2 keciil,. yg satu nangis yg satu lari kesana kemari,. yg satu nya nyanyi/teriak2,. hmmm rameee euuyy,.  😀

kalo tanteku pergi kejauh2 kemanaa gitu trus bawa adeg kecil pasti aku diajak,. (g mgkin g =.=”) cz adeg2ku itu udah mulai nempeell sama aku,. 1 minggu g ketemu ajaa bisa rewel =.=”

well!! aku kadang heran kenapa ada orang tua yg tega-teganya membuang bahkan membunuh anak-anak kecil apalagi yg baru lahir (yg tak berdosa) di jalanan,selokan dll. pingin marah mesti kl denger yg kek begitu,.yg menyia2kan yg g bisa menyayangi anak kecil,. (#geram)

ni foto slh 1 dedeg kuu,.  hehehe unyuu2 kaann  😀

(selingan artikel terdahulu yar bisa kebaca hehhee -->>  ini 
dan ini  )